Ak u memperhatikan mereka, tidak selalu, tapi sekali aku mendapatinya sangat jelas tanda-tandanya. Rasa-rasanya wajar sekali laki-laki sepertimu disukai banyak perempuan, dengan kepribadianmu yang teduh, kepintaranmu dalam berbicara, pengetahuanmu tentang ilmu agama, tidak mungkin tidak ada yang diam-diam menaruh hati padamu. Ada, banyak. Di kelas saja ada tiga perempuan, salah satunya ya aku LOL. Aku tahu ini bukan dari orang lain atau mereka sendiri, tapi aku mengamati. Sejak serangan kabar aku diam-diam suka padamu menyebar, orang-orang jadi mengecap bahwa aku = kamu, intinya begitu. Pelan-pelan aku sadari bahwa ada beberapa perempuan di kelas yang seperti memandangku dengan pandangan berbeda, aku memang tidak dekat dan jarang sekali bercengkerama dengan mereka tetapi aku bisa membedakan mana sikap yang berbeda dan mana sikap yang biasanya mereka tujukan padaku. Aku merasa bahwa mereka seolah ingin menyaingiku, oke kita memang bersaing mendapatkan nilai bagus di kelas dan itu meman...
Aku masih ingat bahwa dulu selama aku masih menyimpan perasaan padamu, aku selalu suka terhadap benda apapun yang menjadi peganganmu selama waktu istirahat. Ada satu waktu dimana benda itu adalah buku. Waktu masih smp aku memang sudah suka dengan buku tetapi tidak aku lanjutkan hobiku itu, dan melihatmu membaca buku seperti kembali membangkitkan minat bacaku yang sempat terkubur. Ketika itu aku sebenarnya tidak terlalu paham dengan buku yang kamu baca bal, sungguh. Aku malah tidak mengerti dengan isinya. Tapi kamu pahamlah bagaimana perasaan orang yang sedang dimabuk asmara, aku memaksa membeli buku itu hanya karena aku ingin memilikinya sama sepertimu. Pada waktu buku itu baru sampai di tanganku, aku begitu menyayangi buku itu, aku beri ia sampul tebal, menuliskan namaku didalamnya, menjaganya seperti aku menjaga lampu ajaib. Aku membacanya, iya aku tetap membacanya meskipun aku masih juga tidak paham dengan isinya. Dengan membuka halaman acak, membukanya pun seperti sedang men...